“Bersih Pangkal Sehat”
Siapa sih yang nggak suka bersih? Dari kecil, kita selalu diajarkan buat cinta sama kebersihan. Soalnya dengan hidup bersih berarti kita jadi jauh dari penyakit. Tapi, apa jadinya kalau kadar cinta kita sama kebersihan berlebiha? Misalnya cuci tanga setiap kali habis salaman dengan orang lain atau anti bangetpipis di WC umum? Kalau ini sih bukannya badan yang sakit, tapi jiwa kita yang secara psikologis sebenarnya sedikit nggak sehat. Nggak percaya?
Awas, penyakit Terlalu Bersih
Percaya atau nggak, hamper dua juta orang di dunia mengidap penyakit yng lebih dikenal dengan obsessive disorder atau OCD ini. Jadi, penyakit ini sebenarnya cukup umum, kok ! kalau memang ternyata kita terkena penyakit ini, bukan berarti kita aneh, lho. oCD biasanya muncul pada usia remaja seperti kita dan bisa terus hidup sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.
Gejalanya juga macam-macam. Tapi, ada dua tanda umum menurut Robert L. Leahy, Ph.D, yaitu
· Obsesi
Saking takutnya sakit, kita jadi cenderung punya pikiran yang nggak menyenangkan kalau kita melihat sesuatu yang kotor walaupun sedikit. Ketakutan-ketakutan itu muncul terus-menerus. Misalnya, kalau kita melihat sehelai rambut saja dipiring kita di kantin sekolah, kita langsung puasa makan siang dan memilih untuk membawa bekal dari rumah keesokan harinya.
· Dorongan
Gejala lain yang juga muncul adalah dorongan untuk melakukan hal yang berulang untuk memastikan kebersihan. Misalnya, terus-menerus memeriksa apakah ada debu di meja kamar kita atau cuci tangan setiap kalu habis memegang sesuatu atau bersalaman dengan orang lain.
Why Oh Why
Ketika terlalu suka sama sesuatu, kita bisa “meningkat” jadi terobsesi sama hal itu. Sama halnya dengan kebersihan. Saking terobsesinya, kita jadi takut dan merasa nggak aman waktu melihat ada sesuatu yang nggak bersih atau nggak rapi. Menurut Ellen McGrath, seorang psikolog yang juga ketua Bridge Coaching Institute di New York, ada berapa hal yang bisa menyebabkan seseorang jadi gila sama kebersihan.
· Standar Yang Tinggi
Lingkungan keluarga yang memaksa kita selalu bersih, membuat kita jadi punya standar kebersihan yang jauh lebih tinggi disbanding orang lain. Saat sobat kita cukup mencuci tangan dengan sabun, kita harus pakai sabun antiseptic dulu supaya bisa yakin kita bebas dari kuman.
· Controk Freak
Sifat kita yang perfeksionis alias mau segalanyan sempurna bikin kita merasa nggak nyaman saat tahu ada yang nggak bersih atau nggak beres. Kita merasa nggak memegang kendali ketika nggak bisa membuatnya sempurna dan serba bersih.
· Sistem saraf
Walaupun belum terbuktisecara pasti, beberapa penelitian menunjukkan kalau penderita OCD memang mengalami gangguan saraf.
Danger Alert
Hmm, cinta kebersihan yang berlebihan ini memang mengganggu, khususnya dalam hubungannya kita dengan orang sekitar. Jangan heran kalau bakal banyak teman yang sebal atau mencap kita sombong karena kita nggak mau berbagi makanan dengan mereka atau selalu menolak makan di pinggir jalan. Walaupun termasuk penyakit yang umum, bukan berarti nggak berbahaya buat kita, lho. Pasalnya, OCD sudah dianggap sangat berbahaya ketika obsesi kita ini nggak Cuma nggak Cuma mengganggu orang lain tapi juga diri sendiri. Maksudnya, saking terobsesinya sama kebersihan, kita jadi terlalu focus sama hal itu. Alhasil kita justru nggak berfungsi seperti kita seharusnya. Misalnya, saking takutnya terkena kuman, kita jadi takut keluar rumah dan nggak bisa mengerjakan tugas praktikum di sekolah. Itu kan sudan mengganggu kehidupan kita banget!
Obat Mujarab
Karena penyebab penyakit ini sebenarnya adalah diri kita sendiri dan kita seringkali menyadari, sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan, kok. Selain menggunakan obat-obatan yang dianjurkan dokter dan mengikuti terapi, ada beberapa cara mudah yang bisa kita lakukan.
· Hadapi Ketakutan
Kita harus belajar menghadapi ketakutan kita. Misalnya, saat selalu takut tangan kita kotor, justru kita harus terus menerus belajar menyentuh benda-benda yang sedikit kotor dan menahan diri untuk nggak mencuci tangan.
· Lebih Percaya Diri
Meningkatkan percaya diri adalah cara tercepat untuk sembuh. Soalnya, kalau yakin kita akan baik-baik saja meskipun nggak semuanyaserba bersih, perlahan-lahan kadar obsesi kita bakal menurun. Dukungan dari orang-orang sekitar kita juga bisa membantu, lho!
Sumber : www.gadis.co.id